Materi Farmakoterapi 3

 Kultur MGIT pada M. Tuberculosis


          M.Tuberculosis merupakan bentuk mikroba penyebab TBC. Banyak Study dan Penelitian yang dilakukan sebagai tindakan untuk melakukan pengobatan lebih lanjut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan penelitian menggunakan Kultur MGIT. Kultur ini dipilih karena dianggap lebih cepat dan sensitif dibandingkan kultur media solid. Kultur MGIT dimaksudkan untuk penelitian dengan jumlah banyak menampung 920 tube pada total rak.


Link Video :


https://youtu.be/n62UzGUot3k



Komentar

  1. Mutasi dari gen katG dapat menyebabkan resistensi terhadap obat anti tb. Bagaimana cara mengetahui bahwa Mycobacterium Tuberculosis tersebut resisten terhadap obat anti tb

    BalasHapus
  2. Pada pasien tbc yang resisten terhadap obat akan terjadi fase MDR-MTB yaitu M.Tuberculosis resisten terhadap dua hingga lebih obat anti tuberkulosis. Gejala yang muncul biasanya itu keadaan pasien yang lama kelamaan menjadi memburuk contohnya demam, batuk terus menerus, nafas menjadi sesak, berkeringat pada malam hari. Hal ini menandakan bahwa obat tersebut resisten terhadap antibiotik karena efek terapetik dari antibiotik itu hilang. Biasanya resistensi obat itu terjadi pada obat INH( Isoniazid) dan rifampicin. Pasien TB biasanya melakukan kontrol pada dokter dari 2minggu - 1 bulan. Pada check up ini maka dokter biasanya akan mengetahui grjala tanda-tanda pasien resisten terhadapt obat karena genala yang makin memburuk.

    BalasHapus
  3. Apa yang terjadi jika mengkonsumsi rutin obat anti tb padahal Mycobacterium Tuberculosis tersebut telah resisten terhadap obat yang dikonsumsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resistensi oat bisa terjadi akibat pengkonsumsian obat antituberkulosis yang tidak teratur dan obat tersebut tidak dikonsumsi hingga habis. Pada m.tuberculosis yang sudah resisten terhadap obat yakni obat lini 1, maka konsumsi obat pada pasien dikombinasikan dengan obat lini 2 dan pengobatan menjadi lebih lama (9-24 bulan) karena bakteri sudah tahan terhadap obat lini pertama dan obat lini 1 sudah hilang aktifitasnya dalam menghalangi biosintesis pada as.mikolinat dinding m.tuberculosis. Pengonsumsian obat rutin dan teratur tidak menimbulkan efek samping yang berarti, melainkan penghentian konsumsi obatlah yang membuat TBC sulit untuk disembuhkan.

      Hapus
  4. Apa keterkaitan kultur mgit dengan af smear dan ict test dan tujuannya apa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada dasarnya, kultru mgit untum mengetahui pertumbuhan suatu mikrobakteri. Pada pemeriksaan mgit itu rentan terhadap kontaminasi. Kontaminasi dapat terjadi mungkin saat pengambilan sputum. Hal tersebut bisa mempengaruhi pembacaan hasil nantinya. Untuk mengkonfirmasi hasil positif dari mgit maka dilakukan tes lanjutan yaitu afb smear dengan melihat dimikroskop apakah ada bakteri tahan asam pada sampel dengan penglihatan bakteri berwarna merah. Sedangkan ict test digunakan karena langsung untuk memeriksa antibodi dari m.tuberkulosis. Tujuan pemeriksaan ini untuk mengkonfirmasi hasil positif atau BTA positif pada pasien sebagai penyakit tbc sehingga nantinya dapat ditentukan agen terapetik yang tepat

      Hapus
  5. Dari penjelasan dan pertanyaan diatas dapat diberi kesimpulan bahwa penyebab dari penyakit tb adalah adanya keberadaan bakteri yang bernama Mycobacterium Tuberculosis. Untuk pengobatan lebih lanjut pada penderita tb dapat menggunakan kultur MGIT. Penggunaan obat anti tb yang tidak teratur dapat menyebabkan resisten.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal

Metode Farmakologi Pertemuan 6